Pejalanan Kaki Yang Memilih Jalan Pintas Berbahaya Di Depan Stasiun Lenteng Agung
Rab 22 Okt 2025 13.00 WIB
Jakarta Selatan – keberadaan Jpo (Jembatan penyebrangan orang) yang tersedia di depan stasiun Lenteng Agung dekat area pasar Lenteng seolah tidak berarti bagi pejalan kaki dan masyarakat. Demi alasan menghemat waktu dan tenaga banyak pejalan kaki terutama pengguna KRL dan warga yang belanja di pasar Lenteng agung memilih menyebrang langsung di tengah jalan raya yang banyak padat kendaraan dengan kecepatan tinggi. Tindakan ini membahayakan para masyarakat dan juga salah satu penyebab terjadinya kemacetan di kawasan tersebut.
Abaikan fasilitas
demi menghemat waktu dan tenaga namun sangat berbahaya bagi masyarakat. Kebiasaan
ini terjadi disaat jam jam sibuk yakni pagi hari saat keberangkatan dan sore
hari saat kepulangan kerja. Pejalan kaki yang dari pasar dan membawa banyak belanjaan
lebih memilih memotong arus lalu lintas dari pada melewati JPO tindakan ini
sangat berbahaya bagi masyarakat.
Pilihan
masyarakat ini secara tidak langsung menciptakan dua masalah yaitu resiko
kecelakaan tinggi dan menimbulkan kemacetan. Jalan raya Lenteng Agung memiliki
jalur memanjang kendaraan yang kecepatannya tinggi. Aksi menyebrang secara tiba
tiba memaksa kendaraan berhenti mendadak bisa membuat kecelakaan.
Kemacetan di
jalan Lenteng Agung sendiri terjadi selain karena angkot yang mangkal yaitu
pejalan kaki yang lebih milih memotong jalan dari pada melewati puluhan anak
tangga di jembatan penjebrangan orang (JPO).
Petugas
sering kali menegur para pejalan kaki namun diabaikan kondisi ini menyimpulkan bahwa
penegakan hukum saja tidak cukup pemerintah disarankan membuat pagar pembatas
agar para pejalan kaki tidak bisa memotong jalur kendaraan untul menghindari kemcetan
dan kecelakan.
Komentar
Posting Komentar